“Kemarin kami di lokasi sudah berusaha memancing dengan pisang agar keluar, tetapi monyet kembali kabur ke kawasan hutan mangrove,” ucapnya.
Diketahui, monyet tersebut sebelumnya merupakan hewan peliharaan warga yang lepas dan kemudian hidup liar di kawasan hutan mangrove Desa Bedono. Dalam beberapa waktu terakhir, hewan itu dilaporkan kerap masuk ke permukiman dan meneror warga.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, kepolisian berencana melumpuhkan monyet tersebut menggunakan senapan peluru karet.
“Kami akan melakukan upaya pelumpuhan dengan peluru karet karena sudah terjadi penyerangan terhadap warga,” tegasnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan hewan liar, menjaga anak-anak dengan pengawasan ketat, serta memastikan pintu dan jendela rumah dalam kondisi tertutup guna menghindari masuknya monyet ke dalam permukiman.













