Ia menegaskan, setiap unggahan di media sosial memiliki konsekuensi. Karena itu, anggota perlu mempertimbangkan dengan matang setiap konten atau unggahan yang akan dibagikan, baik dari sisi manfaat maupun dampak yang mungkin ditimbulkan.
“Saat ini ada pepatah, jarimu harimaumu. Kalau kita asal saja mengetik atau mengunggah konten di medsos, dampaknya sangat besar. Selain berdampak bagi pribadi, juga dapat berdampak bagi keluarga, satuan dan institusi,” ungkapnya.
Ismail juga mengingatkan anggota untuk tidak mudah percaya dan turut menyebarluaskan berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
Menurut dia, kehati-hatian dalam bermedia sosial penting dilakukan untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru sekaligus menjaga nama baik pribadi dan institusi.













