Gubernur mengatakan, dirinya juga meminta para bupati dan wali kota meningkatkan kesiapsiagaan terhadap karhutla, menghadapi puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah tersebut.
Diharapkan juga masing-masing daerah dapat menetapkan status penanganan Karhutla dengan tepat, agar nantinya seluruh potensi sumber daya, baik personel hingga sarpras, dapat dikerahkan secara optimal.
Sementara itu, Danrem /102 Panju Panjung, Brigjen TNI Yudianto Putrajaya mengatakan, mengingat banyaknya wilayah Kalteng berupa lahan gambut, dirinya telah memerintahkan jajarannya melaksanakan sejumlah strategi dalam upaya mencegah maupun mengatasi karhutla.
“Pertama, mencari, menemukan dan memadamkan api di wilayahnya masing-masing,” tandasnya.
Selanjutnya, memelihara ekosistem gambut, memberdayakan perekonomian masyarakat sekitar hutan, agar tidak bergantung permanen dengan membuka hutan, penegakkan hukum dan mensosialisasikannya kepada masyarakat, peningkatan frekuensi patroli dan pemeriksaan lapangan secara terpadu, serta satu frekuensi unsur pentahelik dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.













