“Melalui LKJ TMMD, kita tidak hanya menyampaikan informasi kepada publik, tapi juga membangun narasi besar tentang bagaimana prajurit TNI, pemerintah daerah dan masyarakat bahu-membahu mewujudkan pembangunan yang merata, terutama di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa, penyelenggaraan LKJ TMMD terus dievaluasi dan ditingkatkan setiap tahunnya. Tidak hanya dari sisi teknis dan cakupan peserta, tetapi juga kualitas penilaian yang melibatkan jurnalis senior, akademisi komunikasi, praktisi lembaga survei media, dan unsur TNI AD untuk memastikan kredibilitas, independensi, serta objektivitas penilaian.
“LKJ ini bukan semata lomba, tetapi dokumentasi kolektif atas karya pengabdian dan semangat kebangsaan. Kami ingin karya jurnalistik yang bukan hanya informatif, tapi juga menyentuh dan menginspirasi,” ujar Kadispenad.











