Menurut Uus Pirdaus, keputusan beralih ke teknologi betonisasi, hal itu diambil untuk mengahiri siklus kerusakan jalan di titik tersebut. “Dan hari kami melakukan monitoring untuk memastikan proses pelaksanaan pembangunan jalan sesuai kualitas dan kuantitas serta rencana waktu,” ujarnya.
Uus Pirdaus menuturkan bahwa, sebelumnya keberadaan jalan ini aspalnya selalu cepat rontok karena kondisi drainase yang buruk dan genangan air yang tinggi, progres hari ini sudah mencapai 51 persen. “Mudah-mudahan sesuai target tanggal 30 Juni sudah selesai, insyaallah awal Juli sudah bisa tuntas pengerjaannya,” tandasnya
“DPU Kabupaten Sukabumi selain pengerasan jalan juga fokus membenahi saluran air yang menjadi penyebab kerusakan pada jalan ini, drainase juga sedang diperbaiki, pemasangan grill di pintu masuk di area pintu masuk rumah sakit agar air bah yang dari rumah sakit tersalurkan dengan benar dan tidak menggenang di badan jalan ini lagi,” pungkasnya. (EK).












