Koordinator aksi, SOLEH menyampaikan bahwa, buruknya kualitas pekerjaan infrastruktur tersebut sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Fakta tersebut kemungkinan sudah menjadi aturan main antara pejabat tinggi DBMPR dengan oknum rekanan. Hasil pekerjaan dari tahun 2022 itu umurnya pendek, belum sampai dua tahun sudah rusak, berlubang, bahkan menjadi kubangan,” tegas SOLEH.
Lanjut SOLEH, kerusakan jalan tersebut telah menyebabkan banyak kecelakaan, termasuk di jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi yang hingga kini masih dipenuhi LUBANG.Iajuga mengungkapkan kekecewaan karena Audensi yang telah diajukan jauh hari sebelumnya tidak mendapat respon sebagaimana mestinya. “Kami sudah mengirim surat pemberitahuan untuk Audensi, tapimalahditinggal. Kami beri waktu 3 X 24 jam. Kami menuntut jawaban yang pasti atas aspirasi masyarakat Sukabumi Raya,” tegasnya. (Aki Yunus/Agus Teguh).










