Endang yang juga merupakan lawyer (pengacara) itu, mengatakan, wartawan itu merupakan salah satu indikator keterbukaan informasi melalui medianya. Supaya masyarakat tahu pengelolaan anggaran dengan benar yang harus dipublish.
Kalau kadesnya tidak jujur, dia mengungkapkan, pasti akan takut dengan wartawan. Jadi pernyataan Bupati itu diungkapkannya kurang elok dan bisa memicu polemik.
Dia mengingatkan, sebelum membuat pernyataan lebih baik telusuri terlebih dahulu. Apa alasan ketakutan kades itu dengan benar, agar data yang diperoleh bisa seimbang dan tidak menyudutkan satu kelompok.
“Untuk menghindari masalah berkepanjangan, lebih baik Bapak Bupati melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada wartawan,” pungkas dia. ***













