Kabinet yang besar bisa menjadi kekuatan apabila pembagian kewenangannya jelas, koordinasinya efektif, dan kinerjanya terukur. Sebaliknya, kabinet yang besar bisa menjadi beban apabila menambah biaya dan kompleksitas tanpa menghasilkan manfaat yang sepadan.
Oleh karena itu, kritik terhadap kabinet gemuk bukan berarti menolak kewenangan Presiden atau menganggap semua jabatan tambahan tidak diperlukan. Kritik ini justru mengingatkan bahwa kekuasaan yang sah harus disertai tanggung jawab yang nyata.
Kita membutuhkan pemerintahan yang kuat, tetapi kekuatan itu harus dibangun melalui kualitas institusi, bukan sekadar besarnya struktur. Kita membutuhkan pejabat yang kompeten, bukan hanya banyak. Kita membutuhkan koordinasi yang menghasilkan keputusan, bukan rapat yang tidak berujung. Dan kita membutuhkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat, bukan sekadar diumumkan kepada publik.













