Ia pun meluruskan bahwa, penyerangan tersebut hanya dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) dan masih menunggu hasil penyelidikan oleh Polda Sulsel.
“Kami luruskan bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh sekelompok OTK bukan diduga 100 orang oknum TNI karena sifatnya yang masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
Saat penyerangan tersebut, tiga bangunan rusak dan pecah kaca di jendela dan pintu. Diantaranya, Kantor Kasi Propam, Sat Intelkam dan Masjid Nur Asy Syurthi yang terletak di dalam Mapolres.
Selain itu, satu anggota personel dari Sat Reskrim Polres Jeneponto bernama Bripka Mus Mulyadi mengalami luka pada perut dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Mus Mulyadi diketahui kena tembak pada perut hingga tembus.
Hal itu disampaikan Kapolda Sulsel, Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso di ruang Binayuda Makodam XIV Hasanuddin Makassar, Kamis (27/4/2023) malam. “Memang benar, dari anggota Polres Jeneponto mengalami luka tembak di perut kemudian tembus,” katanya.













