“Apalagi tadi disampaikan juga, saat debit air tinggi mengakibatkan jembatan sering tidak dapat dilalui. Padahal jembatan ini merupakan akses penting untuk anak-anak menuju sekolah, aktivitas pertanian, perekonomian masyarakat, hingga mengakses layanan kesehatan,” lanjutnya.
Melihat kondisi tersebut, Danrem menegaskan pentingnya penanganan segera agar masyarakat memiliki akses yang aman, layak dan dapat digunakan sepanjang waktu. Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda nantinya akan memberikan manfaat besar dengan menjangkau sekitar 3.000 warga di tiga desa atau kelurahan sekitar.
Meski pembangunan jembatan tersebut masih dalam tahap pengajuan, ia mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat setempat. Bahkan, terdapat warga yang secara sukarela mengikhlaskan sebagian lahan persawahannya untuk mendukung pembangunan jembatan.











