Pangdam pun berterima kasih kepada warga yang telah bergotong-royong bersama prajurit TNI AD dalam proses pembangunan tersebut. Ia juga berpesan supaya jembatan dapat terus dijaga dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Kades Pagergunung, Asmanto mengungkapkan, jembatan sebelumnya telah berusia sekitar 23 tahun dan selama ini dinilai kurang memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat. Hal itu dikarenakan jembatan lama hanya memiliki lebar sekitar 1,5 meter, sehingga akses warga menjadi terbatas dan kurang optimal.
Kondisi tersebut diakuinya cukup menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju berbagai fasilitas umum.
Mewakili seluruh warga, ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang kini telah hadir dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat.













