“Setelah 12 tahun tidak bertemu, rasanya kangen sekali, namun akhirnya kesampaian juga kami bisa bertemu. Budaya kita harus terus berjalan dan dikembangkan,” ujar Junaidi Muslima.
Diungkapkannya, ada kepuasan batin ketika memainkan lagu-lagu tradisional dari Sabang Merauke bersama Kwarter Punakawan. Dan ia sangat berkeinginan agar Kwarter Punakawan dapat dihidupkan kembali.
“Semoga untuk kedepannya kwartet punakawan tetap dapat eksis,” harap Junaidi, yang akrab disapa Juned.
Sementara Jubing Kristianto mengatakan bahwa, sejarah terbentuknya Kwartet Punakawan terjadi takala di tahun 2005 dia dkontak Jaya Suprana untuk mencari pemain bas dan perkusi karena ingin buat kwartet.
“Kayak kwartet jazz tapi bisa main macam-macam musik nusantara,” jelas Jubing mantan wartawan tabloid Nova.











