“Karena hidup itu tak hanya urusan perut dan nafsu. Hidup juga tentang estetika, kontemplasi pikiran, sastra, juga ekspresi kita di dunia,” ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.
Ia berharap ISBI Bandung bisa beradaptasi dengan tantangan zaman, terlebih pasca pandemi COVID-19, termasuk digitalisasi yang mengubah jalan hidup.
Diharapkan ISBI Bandung sebagai institusi pendidikan budaya dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang ada.
“Beradaptasilah dengan tantangan zaman, kita kena pandemi mengubah cara hidup kita, begitu pula dengan digitalisasi ada artificial intellegence mengubah hidup kita,” tutur Kang Emil.
“Terlalu cepat perubahan itu, maka kita institusi harus siap, termasuk menghadapi perubahan iklim. Jadi anak-anak ini harus hidup di Indonesia yang lebih hijau dan genah,” imbuhnya.@herz













