Para Ulama menganjurkan hari Rabu untuk mulai menuntut ilmu. Waktu menjadi pilihan seseorang untuk memulai satu hal, termasuk untuk belajar atau mencari ilmu. Imam Az-Zarnuzi dalam kitabnya. “Ta’Limul, Mutallim” menceritakan, bahwa gurunya Syekh Al-Imam Burhanudin Rahimahullah menetapkan Rabu untuk memulai belajar. Dalam hal ini beliau telah meriwayatkan sebuah hadis, dan menjadikannya sebagai dasar.
Di antara adab itu adalah memilih hari untuk memulai belajar. Guru besar Syaikh Burhannudin radhiallahu anh sang pengarang kitab, memastikan bahwa hari terbaik dalam menuntut ilmu ialah hari Rabu. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi:
Artinya: “Tiada satupun yang dimulai pada hari rabu kecuali sungguh sempurna.”
Diceritakan pula dari sebuah hadis, seorang shaleh mendengar hari rabu mengadu kepada Allah karena anggapan sial orang-orang terhadapnya, maka Allah menganugerahkan bahwa segala apa yang dimulai di hari rabu, maka pasti akan sempurna. Dan seperti ini pula yang biasa dikerjakan oleh Abu Hanifah rahimahullah. Beliau juga meriwayatkan hadis di atas dengan sanadnya dari guru beliau Syekh Al-Imam Qiwamuddin Ahmad bin Abdur Rasyid rahimahullah. Saya mendengar dari seorang yang saya percaya bahwa Syekh Al-Imam Yusuf Al Hamdani rahimahullah juga mendapatkan Semua amalan baik pada hari Rabu. Dan ini ada riwayatnya. Karena pada hari Rabu itu Allah menciptakan cahaya, dan hari itu merupakan hari Isilah bagi orang kafir. Sehingga hari itu menjadi diberkahi bagi orang mukmin.













