Ketua DPD HKTI Banten, Ir. H. Asep Jatnika Sutrisno, MM, menyoroti minimnya regenerasi petani. Ia menyebut, mayoritas petani saat ini sudah berusia di atas 50 tahun. Asep mendorong pengurus HKTI di tingkat Kabupaten/Kota untuk melibatkan generasi muda.
“Pengurus di daerah harus bisa menggandeng anak-anak muda agar tertarik pada dunia pertanian. Berikan pendampingan, bimbingan dan seminar agar mereka punya bekal kuat untuk terjun langsung ke sektor ini,” tegasnya.
Dewan Penasehat HKTI Banten yang juga Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dr. Ir. H. Agus M. Tauchid, S, M.Si, juga menyampaikan keprihatinan terhadap nasib petani penggarap. Ia mencatat sekitar 60 persen petani di Banten masih mengandalkan panen musiman seperti padi, sehingga penghasilannya tidak menentu dan cenderung rendah.













