Ia juga menambahkan bahwa penguasaan bela diri bukan hanya penting dalam strategi pertempuran tangan kosong, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya warisan bangsa Indonesia.
“Dengan mahir melakukan bela diri PSM, kita sudah berpartisipasi dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bela diri asli Indonesia. Ini juga merupakan sebuah kebanggaan tersendiri,” lanjut Pajas.
Setelah latihan bela diri, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama, diawali dengan lari gembira penuh semangat, guna menjaga kebugaran jasmani dan membangun kekompakan antar prajurit.
(Red)
Page 2 of 2








