Fahmy menekankan, isu yang memengaruhi pemilih utamanya yang memiliki urgensi atau dampak langsung kepada mereka.
Maka itu, perpolitikan di Kota Bandung cenderung rasional, namun loyalitas terhadap partai politik rendah.
“Idealnya demokrasi itu harus diperkuat oleh karakteristik pemilih yang loyal terhadap partai politik, sehingga ada stabilitas. Karena kerap kita jumpai pemenang pemilunya beda-beda, sehingga kebijakan pembangunannya berganti,” terangnya.
Dirinya memandang koalisi partai di pusat atau nasional tak akan terlalu berpengaruh untuk peta koalisi di lokal tingkat kabupaten/kota, termasuk Bandung.
Katanya, ada beberapa faktor misalnya seperti karakteristik pemilih, faktor partai, dan lainnya.
“Peluang (sama) dengan pusat kemungkinannya kecil, karena tingkat lokal punya perhitungan dan pertimbangan koalisi berbeda terutama hitungan partai,” jelasnya.













