“Guru sebagai agen perubahan harus mulai menata ulang pendekatan pendidikan. Mulailah dengan mindfulness, ciptakan suasana joyful, dan temukan makna dari setiap pelajaran. Jangan lupa, letakkan cinta sebagai fondasi dari segalanya. Sebab, pendidikan yang berangkat dari cinta akan menumbuhkan generasi yang cerdas dan berakhlak.” terang Hariman
Dengan demikian, tambah ia, pendidikan Islam dapat membentuk manusia yang seimbang, yaitu berilmu, berakhlak, dan berdaya guna. Dalam Al-Qur’an dan hadis, kita menemukan bahwa belajar adalah perjalanan spiritual, bukan hanya intelektual.
“Pendidikan yang mengintegrasikan deep learning dan kurikulum cinta dapat menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan di era modern ini. Oleh karena itu, penting bagi pendidik dan pengajar untuk memahami dan mengimplementasikan pendekatan ini dalam proses pembelajaran.” pungkas Hariman*** har













