“Mohon maaf, wakil saya terprovokasi sehingga ada kata kasar yang seharusnya tidak diucapkan untuk manusia. Sebaiknya digunakan istilah meninggal dunia,” kata Farhan.
Kritik dan Solusi dari Pasangan Lain
Insiden tersebut membuka ruang bagi pasangan calon lainnya untuk mengkritisi dan menawarkan solusi terkait Program UHC. Calon Wali Kota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu, menyampaikan bahwa pasangan HD (Haru-Dhani) memiliki pendekatan yang lebih praktis dan humanis dalam mengimplementasikan UHC.
“Program kami mengusulkan cukup dengan menunjukkan KTP. Dengan itu, warga yang tidak terdaftar di BPJS tetap bisa mendapatkan layanan UHC. Ini adalah langkah konkret untuk memangkas birokrasi,” jelas Haru.
Calon Wakil Wali Kota Bandung, Dhani Wirianata, menambahkan bahwa reformasi layanan kesehatan juga harus dimulai dari puskesmas sebagai garda terdepan. Ia mengkritisi jam operasional puskesmas yang dianggap belum memenuhi kebutuhan masyarakat.













