“Banyak petani yang tertarik dengan sistem pertanian tahan krisis iklim seperti ini. Kami berencana memperluas demplot ini agar lebih banyak petani dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Bupati.
Acara panen padi ini menjadi bukti nyata bahwa, teknologi pertanian hemat air mampu menghadapi tantangan iklim yang tidak menentu dan memberikan solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Keberhasilan ini diharapkan akan menginspirasi lebih banyak petani untuk mengadopsi metode ini, sehingga pertanian di Kabupaten Trenggalek dapat terus berkembang dan berkelanjutan.
Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Yudo Aji Susanto sangat mengapresiasi Kelompok Tani Sinar Harapan Desa Sukorejo Gandusari atas inovasi dan keberhasilannya dalam menerapkan metode pertanian hemat air di lahan demplot sawah kering. Keberhasilan ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga harapan baru bagi masa depan pertanian Trenggalek. (Red).










