Ya, Ina Febriana Sari namanya, belum lama ini Ia dianugerahi pemerintah, melalui Kemenpora RI sebagai pelatih berprestasi tahun 2021.
Hampir dua dasa warsa lebih, Ia aktif di PBTI. Puluhan penghargaan baik nasional maupun internasional dan sertifikat kompetensi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Semua itu melegitimasi dirinya menjadi salah satu sumber referensi bagi praktisi taekwondo untuk mentransformasi keilmuannya, maupun sekedar berbagi pengalaman untuk menjadikannya motivator bagi kalangan taekwondoin di Indonesia.
Bersama dua anggota Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) lainnya, yaitu Indra Mulia Ari Zuhri yang menjabat Sekjen PBTI, dan Anthony Musa Siregar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian PBTI, nama Ina juga sudah melekat menjadi Grand Master (GM). Sebuah panggilan yang menggambarkan seorang praktisi taekwondo berada di puncak pengakuan dan eksistensi dari perjalanan kompetensi keilmuannya sebagai praktisi taekwondo.










