Kemudian ia memperdalam lagi ilmu pendidikan di S2 (Magister) di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan S3 (doktor) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
“Itung-itung saya ikut pengajian agama,” kata Bahagia ketika menceritakan pada saya alasan mengapa belajar psikologi pendidikan Islam di UIN Syarif Hidayatullah.
Bagia, demikian panggilan akrabnya, dalam mendalami ilmu pendidikan, seperti tidak ada puasnya. Selain menempuh pendidikan formal juga terlibat diskusi-diskusi yang membahas tentang dunia pendidikan dan ilmu-ilmu sosial.
Terakhir bersama kawan-kawannya, antara lain Dr HM Harry Mulya Zein, dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mendirikan Forum Senja, untuk tempat berdiskusi.
“Pak Bahagia, orangnya baik, lurus-lurus saja, dan suka berdiskusi. Terakhir mengajak saya untuk bertemu lagi untuk diskusi,” kata Harry Mulya Zein sehari setelah kepergian Bahagia menghadap sang Pencipta.











