“Sinergi dilakukan bersama Bea Cukai, Karantina Kesehatan, Kementerian Haji dan Umroh, TNI/Polri, PT BIJB Perseroda, Otoritas Bandara Wilayah I, hingga maskapai Saudia Airlines,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umroh, total calon Jemaah Haji yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Kertajati mencapai 17.566 orang. Jumlah tersebut terbagi dalam 40 kloter, dengan rata-rata 440 jemaah per kloter yang berasal dari 19 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Keberangkatan perdana dijadwalkan pada 22 April 2026 dengan kloter pertama asal Kabupaten Indramayu, menggunakan maskapai Saudia Airlines (SV5311) dari BIJB Kertajati.
Dalam pelaksanaannya, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon akan memberikan layanan keimigrasian meliputi pemeriksaan keabsahan dokumen perjalanan, verifikasi visa haji, pengecekan boarding pass, hingga memastikan jemaah tidak masuk dalam daftar cegah tangkal. Selain itu, petugas juga akan melakukan peneraan cap tanda keluar.













