“Banyak suku bangsa yang hidup di Kaltim, bahkan jumlah pendatang lebih banyak. Akan tetapi, sampai sekarang tidak pernah ada cerita konflik sosial yang terjadi disana. Ini merupakan modal keragaman yang harus dirawat dan dikembangkan. Apalagi, ketika Kaltim khususnya Penajam Paser Utara (PPU) yang akan menjadi IKN,” ungkap Taufik Damas melalui keterangannya, Kamis (1/12).
Taufik Damas menambahkan bahwa, pihaknya berharap, IKN ini dapat berkelanjutan dan menjadi ibu kota yang betul-betul bisa mengelola negara ini dengan baik, menjadi simbol pemerataan, dan juga akan bisa menjadi tempat dimana pemerintahan selanjutnya yang bisa menciptakan keadilan sosal bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Saya pribadi mendukung pembangunan IKN yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi dan berharap ini akan terus dilanjutkan oleh siapapun penggantinya. Hal-hal yang menjadi kritikan dari kalangan tertentu seperti kelestarian alam tentu akan mendapatkan perhatian dan pertimbangan oleh para pengelola sehingga betul-betul dapat menjaga keragaman alam dan hayati,” kata Taufik Damas. (Red).













