“Bukan saat yang tepat jika IDI melakukan audiensi ke Panglima TNI disaat sedang menjadi sorotan masyarakat,” kata Wilson Lumi, Rabu (13/4).
Menurutnya, pertemuan tersebut terkesan mencari dukungan ke Panglima TNI, kendati katanya bertujuan untuk sinergitas IDI dengan TNI untuk ketahanan kesehatan.
“IDI saat ini tengah menjadi sorotan, oleh sebab itu lebih baik para pengurus membenahi masalah internal terlebih dahulu. Apakah kunjungan itu karena IDI khawatir jika akan terbentuk Ikatan Dokter Militer seperti usulan Hendro Priyono?,” sergah Wilson.
Daripada menghadap Panglima TNI, lanjut Wilson Lumi, lebih baik PB IDI melayani tantangan debat yang dilontarkan pihak Unhas.
“Unhas itu universitas tertua di wilayah timur Indonesia dan telah meluluskan banyak dokter dengan kualitas yang tidak diragukan,” ucap Bernardus Wilson Lumi yang juga mantan Stafsus Bidang Media di TNP2K dimasa pemerintahan SBY-Boediono.













