Judul itu mengguratkan sejarah pahit yang berakhir manis. Sejak kematian tokoh Papua itu tahun 2001, hubungan Kopassus dengan Papua boleh dibilang memanas. Kopassus tidak saja mendapat kecaman masyarakat Papua, tetapi dunia.
Syahdan, Doni Monardo mendapat penugasan menjadi Danjen Kopassus tahun 2014 – 2015. Saat itu Doni masih merasakan adanya duri tajam. Doni kontan mengundang Boy Michael Eluay, putra sulung mendiang Theys ke Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, pada momen peringatan ulang tahun Kopassus ke-63.
Boy pun keluar dari persembunyiannya dan memenuhi undangan Doni. Setelah melakukan pembicaraan dari hati ke hati, begitu intens dan mendalam. Semua kecamuk rasa dan emosi dikuak untuk kemudian diredam. Akhirnya, Boy dengan lapang dada memaafkan pelaku pembunuhan terhadap ayahnya. Kepada media, Boy saat itu mengatakan, “Tak ada lagi dendam. Kami diajarkan untuk saling mengasihi, seperti ajaran leluhur.”













