Kedua: Nilai edukasi dan nasionalisme apa yang bisa diwariskan kepada Generasi Z? Ada empat nilai edukasi dan nasionalisme yang paling strategis diwariskan kepada Generasi Z. (1) integritas akademik. Generasi Z hidup dalam kelimpahan teknologi, tetapi teknologi tidak otomatis membentuk moral. Nilai anti-plagiasi, kejujuran ujian, etika digital, dan tanggung jawab belajar adalah fondasi nasionalisme baru. (2) literasi kritis dan nalar publik. Nasionalisme tidak lahir dari slogan, tetapi dari kemampuan memahami fakta, membedakan informasi, dan memberi kontribusi pemikiran. Literasi kritis adalah bentuk kecintaan kepada bangsa dalam dunia digital. (3) etos kolaborasi. Para pendiri bangsa mengutamakan persatuan di atas ego kelompok. Generasi Z harus mewarisi kemampuan bekerja sama lintas daerah, lintas platform, dan lintas keahlian, sebagai modal ekonomi kreatif dan inovasi global. (4) empati sosial. Nasionalisme bukan hanya cinta tanah air, tetapi juga kepedulian pada mereka yang tertinggal. Mahasiswa dan pelajar harus sensitif terhadap ketimpangan, akses pendidikan, dan kondisi sosial masyarakat. Empati adalah perekat bangsa. Empat nilai ini membentuk nasionalisme modern: bukan emosional, tetapi rasional, produktif, dan berakar pada etika.













