“Keselamatan personel dan awak pesawat adalah yang utama. Laksanakan tugas sesuai prosedur, jaga komunikasi, serta perhatikan kondisi cuaca dan medan. Keberhasilan misi harus sejalan dengan penerapan safety yang ketat,” tegas Marsma Arifaini.
Usai briefing, Danlanud Sultan Hasanuddin melaksanakan pengecekan kesiapan pesawat dan crew helikopter H-225M Caracal juga kesiapan personel tim SAR dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Basarnas berikut peralatan pendukung misi SAR yang disiapkan untuk diterjunkan ke lokasi pencarian.
Helikopter H-225M Caracal dioptimalkan untuk melaksanakan pengamatan udara, mobilisasi personel dan logistik, serta mendukung proses evakuasi. Namun demikian, upaya penerjunan tim SAR ke titik jatuhnya pesawat masih sangat bergantung pada perkembangan kondisi cuaca di sekitar Pegunungan Bulusaraung yang berubah cepat dan mempengaruhi visibilitas serta keselamatan penerbangan.









