Begitu pula dengan salah seorang warga Banjaran, Isah (55), pedagang gorengan antar kampung, yang mengesalkan dengan harusnya membeli STB dengan alasan warna lebih jernih, suara bagus, chanelnya banyak, yang menurutnya, boro-boro memikirkan beli STB, buat beli beras saja sudah susah.
“Gegara STB, saya dan suami bertengkar karena anak-anak nangis pingin nonton siaran TV. Memangnya saat ini berapa sih penghasilan sopir angkot, sudah sudah susah dibuat semakin susah,” ujar Isah.
Tuntutan pelengkap siaran tv digital itu, dari croscheck dilapangan oleh bedanews.com, banyak toko-toko elektronik sampai kehabisan stok. Baik itu di Soreang, Banjaran, Katapang, dan Dayeuhkolot. Padahal harga yang dijual oleh pedagang sudah jauh di batas kewajaran.***













