Padahal, kata Ono, pemerintah memiliki stok beras Bulog yang harganya terjangkau, dan tentunya tidak perlu untuk Impor.
“Ini lagi-lagi karena datanya tidak jelas, berimbas pada kebijakan yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Seharusnya permasalahan data ini diperbaki,” tegasnya.
Sementara itu, untuk solusi jangan pendek yang saat ini tengah dilakukan dalam mengatasi beras mahal, adalah operasi pasar.
“Ya, pemerintah pusat dan daerah, melalui TPID saat ini gencar melakukan operasi pasar. Mudah- mudahan sementara dapat membantu pemenuhan kebutuhan beras,” pungkas Ono.
Harga beras di Jawa Barat saat ini berada di atas harga eceran tertinggi (HET) terlebih menjelang bulan Ramadhan.
HET beras premium yaitu sebesar Rp 12.800 per kilogram dan beras medium Rp 9.450 per kilogram. (*)













