Hadirnya TMMD diharapkan, mampu melepaskan jerat-jerat kemiskinan yang dirasakan masyarakat Ngluyu selama ini.
“Dari data yang kami peroleh, angka kemiskinan di Ngluyu mencapai 5,1 persen. Ini tidak terlepas dari kurangnya sarana infrastruktur, khususnya akses jalan yang layak,” kata Kapenrem 081/DSJ, Mayor Cpl Eko Sudarto dalam keterangannya, Minggu (4/5/2025).
Akses jalan yang layak dibutuhkan untuk mendukung aktivitas warga di sana yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani. Eko optimis, peningkatan kondisi jalan yang dilakukan dalam TMMD ke-124 akan mampu mendongkrak perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berbanding lurus dengan kemiskinan, angka stunting di Ngluyu juga relatif tinggi, mencapai 115 anak. Diharapkan TMMD juga akan dapat menjadi solusi dalam upaya perunan angka stunting.













