“Jadi karena ini sifatnya menyerang batang, kita sampaikan kepada para petani dan para Babinsa untuk pelaksanaan penyemprotannya dilaksanakan di bawah, bukan di atas, tapi di bawah di atas akar, sehingga tepat sasaran. Ini juga sesuai dengan SOP yang disampaikan oleh PPL,” tambahnya.
Pamen TNI AD jebolan Akmil 2004 itu menegaskan, jika penyemprotan hama wereng batang cokelat tidak dilakukan dari bawah atau batangnya, maka obat apapun tidak akan mampu mengatasinya.
Dari 21 Kecamatan di Ponorogo, sebutnya, saat ini sebanyak 19 Kecamatan yang telah terindikasi hama tersebut. Sebagai langkah penanganannya, jajarannya akan terus berkoordinasi dengan PPL dan pihak kecamatan untuk bersinergi dalam membantu upaya penyemprotan.
Dwi mengungkapkan, kemarin (16/7), penyemprotan serentak juga telah dilaksanakan di 9 kecamatan dengan sasaran sebanyak 34 desa dan 44 kelompok tani. Untuk capainnya kurang lebih 250 hektare sawah yang terpapar hama wereng batang cokelat.












