“Ini adalah tindakan yang menunjukkan solidaritas dan aspirasi mereka untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Saya menyadari betul bahwa selama ini gaji dan tunjangan kinerja Hakim di daerah masih sangat jauh dari yang diharapkan,” ungkapnya.
Para Hakim, dalam pernyataannya, menyampaikan kekecewaan mereka terhadap pemerintah yang tidak memberikan kenaikan gaji selama lebih dari satu dekade.
“Kami merasakan beban yang semakin berat dengan kondisi finansial yang tidak mendukung. Pengadilan baru mendapatkan sekitar 70% dari tunjangan kinerja yang seharusnya diterima,” ujarnya.
YM Bapak Dr. Moh Eka Kartika, S.H, M.Hum juga berbagi pengalamannya terkait kondisi tempat tinggal dinas yang sering kali tidak layak. Ia menceritakan bagaimana ia harus mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki rumah dinas yang mengalami kerusakan parah.











