“Karena kesederhanaan menimbulkan kemewahan di dalam hati yang merayakan dengan tulus dan ikhlas di hari Natal itu sendiri,” ujar OSO, sapaan Oesman Sapta.
Perayaan dalam bentuk apapun terkadang dikemas terlalu berlebihan. Sebab, makna dalam perayaan tersebut belum tentu sampai ke hati nurani itu sendiri. Oleh karena itu, momentum perayaan Natal ini tetap bersatu dalam perbedaan.
“Kita tidak akan pernah takut menyuarakan hati nurani karena hati nurani itu adalah titipan Ilahi. Hanya hati nurani yang berbicara benar,” ungkapnya.
Ketum Partai Hanura tersebut, bangga dengan keragaman dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ini sebagaimana tercermin dalam perayaan Natal DPP Partai Hanura yang dihadiri para tokoh dan masyarakat lintas agama.












