Kang DS sangat mengapresiasi jumlah 1.300 paguron di Kabupaten Bandung yang diakuinya sangat luar biasa. Bahkan ia menambahkan kalau gerak pencak silat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Sunda.
“Jangan sampai orang Sunda “Jati ka silih ku Junti” yang artinya orang Sunda tidak mengetahui seni budayanya sendiri,” ungkap Kang DS.
Untuk itu ia mewajibkan masyarakat Kabupaten Bandung untuk selalu mempergunakan Bahasa Sunda. Begitu juga di sekolah-sekolah Bahasa Sunda wajib diajarkan kepada para siswa-siawanya.
“Bagi para pendekar yang mengikuti pasanggiri ini saya akan dijadikan peserta BPJS Kesehatan Gratis. Silahkan sekarang data para pendekar oleh panitia,” ucap Kang DS yang merasa “Reueus dan Bungah” (Bangga dan Bahagia). ***












