“Kita berada di era di mana perubahan adalah satu-satunya hal yang pasti. Institusi Polri dituntut untuk terus adaptif terhadap teknologi yang berkembang pesat, termasuk menghadapi kompleksitas tantangan di ruang siber,” ujar Hendry.
Ia menambahkan, teknologi kini memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat, terutama generasi muda. Oleh karena itu, penguatan literasi digital menjadi penting sebagai upaya menjaga ketahanan masyarakat.
“Melalui program AI Ready ASEAN, kami ingin menyiapkan masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berperan aktif di tingkat global,” lanjutnya.
Program ini menekankan penguatan empat pilar literasi digital, yakni digital skills, digital culture, digital ethics dan digital safety. Selain itu, strategi percepatan dilakukan melalui pembentukan komunitas AI, ajang prestasi, agen digital dan duta kamtibmas.










