“Kalau siswa1,4 persen lah. Beberapa di antaranya kembali. Tapi ada juga yang tidak kembali. Nah, kita beri waktu untuk meyakinkan kembali orang tua dan siswanya,” katanya.
Jika memang berkenan kembali, Gus Ipul mengungkapkan, Sekolah Rakyat tetap mengizinkan untuk belajar seperti sebelumnya dengan teman-teman di asrama.
Namun, jika tidak kembali akan digantikan dengan murid lainnya yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Tapi kalau misalnya tidak mau kembali tentu dengan berat hati, kami akan menggantikan dengan siswa-siswa yang di belakangnya sudah banyak juga yang memenuhi syarat untuk untuk menjadi sekolah rakyat,” kata dia.
Di sisi lain, Kemensos akan memberikan para murid laptop dan juga seragam secara gratis.












