“Oded itu pemimpin yang bersahaja, tidak rumit memahami beliau. Dan itu yang harus ditampilkan oleh seorang wali kota. karena walikota itu harus bisa diikuti oleh masyarakat, langkahnya, pikirannya, kebijakannya, harus bisa diikuti,” ujarnya.
Asep mengakui, selama kepemimpinan Oded memang tidak begitu banyak kejutan atau terobosan. Namun Asep melihat kebijakan Oded tetap berjalan pada jalurnya.
Ia juga menilai kebijakan Oded kala menjabat tidak serumit pemimpin daerah lain. Sebab, sosoknya yang sederhana membuat komunikasi yang dibangun bersifat apa adanya.
“Bahwa setiap kebijakannya berkesinambungan dengan kebutuhan masyarakat bukan kepentingan pribadi, kebijakan sesuai dengan kemampuan untuk menjalankannya, dan didukung subsistemnya. Misalnya Kang Pisman, Buruan Sae, itu ada manfaatnya untuk masyarakat,” tuturnya.













