Menurtut Rusdiana, Riwayat ini menegaskan bahwa kepemimpinan memiliki tanggung jawab yang berat. Tidak hanya kepada sesama orang yang dipimpinnya, melainkan juga kepada Allah Yang Mahakuasa. Begitu besar pahala jika mampu menjadi seorang pemimpin yang adil dan diridhai Allah. Hanya saja, dalam praktiknya, tidak semua orang mampu menjalankan peran kepemimpinan dengan baik.
Inilah 5 sikap yang harus ditanamkan dalam diri seorang pemimpin
Pertama; Ikhlas, menjalankan amanah kepemimpinan dan semata mengharap keridhaan Allah swt. Perhatikan petikan Al-Qur’an berikut,
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan?” (QS. An-Nisa [4]:125).
Kedua;Sabar, Kesabaran terdiri dari pengetahuan, keadaan, dan amal. Pengetahuan seperti pohon, keadaan seperti ranting-ranting dan amal seperti buah. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa maslahat keagamaan terdapat dalam kesabaran, sehingga dalam diri manusia harus timbul dorongan untuk melakukan kesabaran. Firman-Nya sebagai berikut :













