“Bagi kami, IKA-MUBA bukan sekadar organisasi. IKA-MUBA adalah Umah Kitek Besame, tempat untuk mempererat persaudaraan, saling membantu dan bersama-sama memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Apriyadi.
Menurutnya, keberadaan warga Muba di Kota Palembang merupakan potensi besar yang dapat memperkuat jejaring kekeluargaan dan kebersamaan.
Ia menyebutkan, lebih dari 35 persen warga Kota Palembang memiliki keterkaitan dengan Muba. Kondisi tersebut, kata Apriyadi, menjadi modal penting dalam memperkuat sinergi dan kontribusi masyarakat Muba di perantauan.
“Amanah sebagai Ketua Umum bukan sebuah kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab yang harus kami jalankan bersama. Karena itu, kami mohon dukungan, do’a dan saran dari seluruh pihak,” katanya.
Apriyadi juga mengajak seluruh keluarga besar Muba untuk menghilangkan sekat dan menyatukan langkah demi membangun kebersamaan.













