Pembicaraan, ujarnya, difokuskan pada beberapa zona ekonomi eksklusif dan lokasi wisata seperti Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, KEK Morotai, KEK Lido, KEK Likupang, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Singhasari, KEK Mandalika, Sariater Bumi Mas, dan PT. Indonesia Ethnowellness Nusantara.
Adanya agenda B2B (business to business) dan B2G (business to government), serta Investment Forum yang dihadiri oleh lebih dari 21 investor diharapkan dapat kembali memperkuat industri pariwisata RI maupun global.
Sementara itu, Chairman Indonesia Tourism Forum, Sapta Nirwandar, selaku penyelenggara GTF 2022 di Bali berharap, kegiatan ini berdampak positif terhadap pengembangan pariwisata dunia. Salah satunya terkait pengembangan lokasi wisata baru. Sebagai tuan rumah, ia berharap dampak positif tersebut benar-benar bisa dirasakan oleh Indonesia.










