Arief Nasrudin juga menegaskan bahwa, PAM JAYA tidak melakukan pengambilan air baku melalui eksploitasi air tanah dengan cara pengeboran. Setiap pengambilan air baku, baik dari waduk maupun sungai, dilakukan dengan memastikan volume pengambilan sesuai dengan perizinan yang berlaku serta tetap memperhatikan keseimbangan dan keberlanjutan ekologi. Menurutnya, pengelolaan air baku harus dilandasi pola pikir hijau atau green mindset, agar Jakarta tidak hanya memperoleh layanan air bersih hari ini, tetapi juga mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Inilah green mindset Arief Nasrudin sebagai Direktur Utama BUMD vital DKI Jakarta, PAM JAYA. Selain itu, terkait perawatan dan persyaratan lingkungan pada 13 aliran sungai di Jakarta, diketahui bahwa selama ini PAM JAYA di bawah kepemimpinannya turut berpartisipasi aktif dan menunjukkan kepedulian yang tinggi. Pada kesempatan lain, saya juga pernah mengusulkan agar PAM JAYA bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut berperan aktif menjaga kawasan hulu hutan dari aliran sungai yang menuju Waduk Jatiluhur, termasuk daerah aliran sungai (DAS) yang terhubung dengan Waduk Cirata dan Waduk Saguling.










