Selain itu, Edwin menilai, semangat pembangunan yang diwariskan Soeharto melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) masih relevan hingga sekarang. Program pembangunan itu menjadi dasar peningkatan kesejahteraan rakyat melalui penguatan sektor pertanian, industri, serta pemerataan ekonomi.
“Repelita adalah fondasi pembangunan jangka panjang yang menumbuhkan infrastruktur dan perekonomian nasional. Kini semangat itu diteruskan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di berbagai daerah,” tuturnya.
Dia memandang penyematan Pahlawan Nasional kepada Soeharto sangat layak karena besarnya jasa serta warisan pembangunan yang ditinggalkan Presiden Kedua Indonesia itu, yang saat ini masih terus bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Kita pernah swasembada beras di zaman pak Harto, membangun kemandirian energi di zaman Pak Harto, kita pernah produksi minyak lebih besar dari pada penggunaannya, kita juga pernah dijuluki macam asia dan menjadi Bangsa yang disegani dikawasan Asia. Zaman Pak Harto juga stabilitas politik bagus, masyarakat merasa keamanan terjamin dan perekonomian berjalan,” paparnya.











