“Kalau hotel mewah, kita tidak akan bisa bersaing dengan hotel-hotel super mewah di kota-kota metropolitan dunia. Karena itu, kita harus menjual resort model Nihi. Sesuatu yang tidak dimiliki negara lain, sebab itulah keunggulan kita,” tegasnya.
Tak hanya berteori, tapi itu pula yang coba ia bangun sejak masuk dunia pariwisata dan hospitality tahun 80-an. Franky, misalnya, membangun hotel Amankila di Desa Manggis Karang Asem (1992), Chedi di Bandung (1993), Serai Manggis (1994, sekarang Alila Manggis), Chedi Ubud (1996 sekarang Alila Ubud), Alila Jakarta (2001). Lalu ia mendirikan Alila Brand tahun 2000, Alila Villas Uluwatu (2009), dan membangun hotel Dialoog Banyuwangi (2017).
Misi yang dicanangkan adalah, “Menciptakan destinasi liburan baru dengan membangun pusat-pusat life style yang berkelas seraya mempromosikan budaya dan konsep bangunan yang ramah lingkungan baik di dalam maupun luar Indonesia.”










