Menurut Tedy, berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini sampah yang bisa diangkut perharinya ke TPA Sarimukti hanya 600 ton. Sedangkan dalam sehari sampah yang dihasilkan di Kota Bandung mencapai 1200 ton.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah. Dengan harapan, sampah yang dibuang ke TPA sudah dipilah dan hanya residu atau yang sudah tidak ada manfaatnya sama sekali.
“Pengelolaan sampah bisa didukung dengan upaya pengurangan sampah dari rumah tangga, sehingga sampah yang diangkut ke TPS maupun TPS semakin berkurang,” ujarnya.
Selain persoalan sampah, pihaknya juga mendukung kegiatan FKPPI berbasis kemasyarakatan. Terutama dalam peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi hoaks atau berita palsu.











