Mengutip data Badan Kesehatan Dunia atau WHO, papar Wagub, 50 persen kejadian patah tulang panggul bisa menyebabkan kecacatan seumur hidup hingga meningkatkan angka kematian. “Ini butuh perhatian, osteoporosis tak bisa dicegah tapi tingkat keparahannya masih bisa dikurangi dengan cara satu rutin berolah raga, meningkatkan asupan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D. Kedua, nutrisi penting untuk metabolisme pembentukan tulang,” tutur Ariza lebih lanjut.
Wagub yakin apabila masyarakat Jakarta mampu mencegah dan merawat keroposan tulang maka akan lebih meningkatkan produktivitas.
“Apa yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK dan Pewatusi hari ini, walaupun hanya simbolik namun harus ditindaklanjuti dengan niat dan kemauan bersma-sama untuk mencegah agar masyarakat Jakarta terbebas dari tulang keropos,” ucapnya.













