“Yang paling utama adalah mencegah api mendekati permukiman. Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan sebelum menimbulkan dampak terhadap warga maupun permukiman,” imbuhnya.
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Meski demikian, tanaman jati di lokasi dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian personel.
Sebanyak 29 personel terlibat dalam proses pemadaman, terdiri dari sembilan personel TNI, tiga personel Polri, tujuh personel Perhutani, tim pemadam dari Yonif TP 886/PJY serta 10 warga masyarakat.
Keberhasilan penanganan kebakaran ini menunjukkan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah Desa, Perhutani dan masyarakat dalam merespons secara cepat setiap kejadian kebakaran lahan, khususnya yang berada dekat dengan kawasan permukiman. (Red).













