“Saya secara pribadi dari konteks yang disampaikan dari para narasumber ini kurang memuaskan. Karena bicara militer terlibat dalam politik di Indonesia sudah menjadi hal biasa,” ujarnya.
Sedangkan jika militer atau polisi sudah terlibat dalam kaidah politik akan menimbulkan ketidak sinambungan di masyarakat, karena sudah dipengaruhi dengan politik.
“Sementara saya melihat realitas di lapangan, diskusi refleksi perjalanan demokrasi ini kita mencari data konkret dan kredibel, karena dari analisa kita keterlibatan polisi dalam politik bisa terjadi,” kata Deden.
Makanya dengan keterbatasan ilmu pengetahuan, menghadirkan beberapa pakar yang konsen di bidangnya untuk bisa meyakinkan dari kekurangan yang dimiliki.
“Dari deklarasi kami dari suara Gen Z mengajak seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote untuk mengawasi dan memperhatikan seluruh aktivitas Polri dalam setiap kegiatan Pemilu 2024,” kata Ardiana.











