Kemudian, Anggota DPRD Kota Surabaya, Mochamad Machmud menilai bahwa MBG merupakan bentuk bantuan sosial yang memiliki nilai lebih karena tidak diberikan dalam bentuk uang atau bahan mentah, melainkan makanan siap santap.
“Ini merupakan inovasi yang tepat, karena masyarakat langsung menerima manfaat nyata. Pemerintah daerah juga perlu berperan aktif sebagai mitra strategis agar pelaksanaan program ini lebih optimal,” tuturnya.
Senada dengan itu, Kolonel Inf. Endri Andriyanto menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal dalam program MBG. “Makan bergizi gratis bukan sekadar program sosial, tetapi juga sarana memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan daerah. Dengan memanfaatkan produk lokal, kita tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di tingkat paling bawah,” jelasnya.













