“Sifat keberagaman ini sepantasnya tetap terjaga, eksis bersama, tumbuh kembang bersama pula. Lenyapnya atau tertekannya satu unsur budaya tertentu akan menyebabkan sakitnya kebudayaan dan peradaban kita sebagai satu keutuhan, sebagai satu bangsa. Bhinneka ngajadi eka, ngadegna Pancasila anu jadi dasar nagara,” ujar anggota Komisi IV DPR RI ini.
Ono mengungkapkan wayang merupakan salah satu warisan budaya dari nenek moyang yang memiliki arti kata bayang, yang artinya sesungguhnya adalah bayangan atau penerawangan untuk masa yang akan datang.
Wayang dipandang sebagai suatu bahasa simbol dari hidup dan kehidupan yang lebih bersifat rohaniah daripada lahiriah.
Orang melihat wayang seperti halnya melihat kaca rias.
Jika orang melihat pagelaran wayang, yang dilihat bukan wayangnya melainkan masalah yang tersirat di dalam lakon wayang itu, yaitu diri kita
sendiri.













